*Membaca Alquran lebih utama* Aji masih dengan setianya menemani sang ayah yang masih belum sadarkan diri, setelah dokter keluar tadi, semua ketakutan yang tadinya sudaj sedikit mereda kembali memuncak. Terlebih lagi ketika dokter yang menangani mengatakan jika kondisi sang ayah tidak lagi memungkinkan untuk sembuh, karena sudah dalam tahap komplikasi. "Ji, makan dulu." Agil memberikan sebungkus nasi kotak yang baru saja dibeli dari kantin rumah sakit. Saat ini, hanya ada Agil dan juga Aji yang bertugas menjaga sang ayah, karena Azam, ibu serta kedua anak Aji sudah pulang terlebih dahulu ke rumah. Jangan tanya Agil tau dari mana, yang jelas ketika dirinya hendak mengantarkan dua tuyul yang hiperaktif itu pulang ke kediaman rumah Aji, ia tidak mendapati satu orang pun di dalamnya. D

