Aji panik, Agil butuh Piknik

1801 Kata

*membaca Alquran lebih utama* Aji melepaskan simpul dasi yang terasa mencekik lehernya. Ia merebahkan dirinya di atas sofa tidur yang memang tersedia khusus di ruang tengah. Keadaan kediaman nya saat ini sangat terasa sunyi, bahkan seperti hanya ada dirinya saja yang menempati rumah yang lumayan luas ini. Kedua anaknya tengah pergi bersama Agil. Dan mungkin akan kembali besok pagi, hal ini jelas saja menambah kesepian bagi diri Aji. Dengan segenap rasa malas, Aji bangkit dari duduknya menuju kamar yang terlihat masih sama seperti tadi pagi. "Mas Aji, tadi ibu mas nelpon." Aji menghentikan langkahnya begitu mendengar ucapan dari asisten rumah tangganya. Ia segera melihat ponsel miliknya yang sedari tadi padam kehabisan daya. "Oh iya, Bu. Makasih yah ,Bu. Soalnya ponsel Aji keha

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN