*Membaca Al-Qur'an lebih utama* Agil dengan semangat tiba di kediaman Aji. Ia membawa sedikit perlengkapan, seperti tenda, kasur lipat, selimut dan yang lainnya. "Assalamualaikum..." Terdengar suara langkah kaki yang saling berkejar-kejaran menghampiri pintu masuk. "Om agilll...." Agil pun tersenyum hangat begitu melihat sambutan dari anak-anak Aji yang sangat antusias dengan kedatangannya. Memang sudah terhitung lama ia tidak lagi menyambangi rumah keponakannya ini, karena memang hubungannya dengan Aji kurang baik, di tambah lagi ia fokus dengan pencarian Anggita. Akh! Mengingat gadis itu, sampai sekarang belum ada petunjuk sama sekali selain Anggita yang telah resign dari kantor tempatnya bekerja, sehari setelah kejadian di mana ia lebih memilih membawa Naya dan menggandeng dokt

