Cerita Anggita

2017 Kata

*Membaca Al-Qur'an lebih utama* Agil terbatuk-batuk dengan mata yang memerah. Jantungnya masih berdetak tidak normal karena terlalu lama tenggelam di dalam air. Ia menatap kesal ke arah Aji, namun rasa kesalnya langsung hilang tak kala ia melihat tatapan sinis yang mengandung banyak makna tersirat dan tersurat. Agil mengalihkan matanya menatap ke arah beberapa pengunjung yang masih menatap ke arah mereka dengan penuh tanya. Bagaimana tidak bertanya-tanya? Mereka secara langsung melihat proses pembunuhan dengan cara sadis. Yaitu ditenggelamkan. "Maksud lu apa?" Tanya Agil setelah sekian lama terdiam sembari memberikan tatapan herannya. Sesekali pemuda itu terbatuk-batuk sangking banyaknya meminum air danau. Aji terkekeh kecil. " Lu wajar ditenggelamkan. Meresahkan soalnya." "Lu pik

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN