*Membaca Al-Qur'an lebih utama* "Gue harap elu sadar, Gil. Anggita sedang gak baik-baik aja setelah lu tinggal." Agil mengingat dengan jelas semua perkataan yang aji ucapkan tadi malam. Saat ini mereka tengah berada di perjalanan hendak pulang. Yah, perkemahan yang seharusnya dua malam satu itu mesti dipercepat karena si bungsu sudah merengek merindukan bunda nya. Semua berawal dari Dita yang libur selama satu bulan kemarin, sehingga Arsya sendiri sudah terbiasa dengan kehadiran Dita. Dan berimbas seperti sekarang ini. Tiba-tiba merengek meminta pulang. Alhasil segala rencana mereka harus batal total, walaupun demikian, perkemahan ini tetap membuat hubungan Agil dengan Aji kembali normal seperti sedia kala. Tidak ada lagi wajah dingin nan ketus milik Aji ketika menatap Agil, dan tida

