*Membaca Al-Qur'an lebih utama* Setelah perkemahan itu, Aji sendiri tidak terlalu memusingkan tentang Agil yang ingin bertemu dengan Anggita. Ia memilih fokus dengan keluarga dan pekerjaan nya saat ini. Terlebih ketika sang istri kembali bekerja dan otomatis akan sibuk seperti semula. Sedangkan kedua anaknya sudah terbiasa dengan kehadiran Dita di sekeliling mereka. "Mas, nanti Dita lembur. Mas pulang duluan aja yah." Aji memejamkan matanya sejenak. Baru hari pertama kerja di awal tahun ketika selesai liburan. Kedua anaknya belum masuk sekolah karena jadwalnya seminggu setelah hari aktif kerja mereka. "Udah ngomong sama anak-anak?" "Belum, kamu aja yang ngomong sama anak-anak. Oh iya, aku bawa mobil yah, mas bawa motor. Soalnya mau berangkat cepat." "Loh, Yang. Gak pamit dulu s

