Te Amo

1688 Kata

*Membaca Al-Qur'an lebih utama* "Mas." Panggil Dita. Aji langsung melihat ke arah suaminya. "Te amo," ujar Dita dengan berharap suaminya ngerti, tapi yang makanya Aji, tetap saja memiliki jiwa ngeselin yang tidak tertolong. "Te amo? Teh baru lagi yang? Asal mana?" Tanya Aji pelan. Dita terkekeh sejenak, lalu menatap suaminya dengan lembut. "Mas aji, mahal kita. " "Ya mahal lah, orang manusia, kalau murah itu plastik." Jawab Aji dengan seenaknya. Dita sendiri sudah memberengut kesal. Harapannya yang berekspektasi tinggi dengan tanggapan sang suami nyatanya harus dijatuhkan oleh sebuah realita. Suaminya itu ternyata ngajak perang. Lihat saja nanti di rumah, akan terjadi p*********n antara suami dan istri. "Kenapa cemberut? Kamu mah Aneh. Yang namanya manusia yah udah tentu mahal

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN