*Membaca Al-Qur'an lebih utama* *Membaca Al-Qur'an lebih utama* Sesuai dengan perkataan Aji tadi. Saat ini ia dengan Dita tengah berada di perjalanan hendak menuju rumah sakit tempat Anggita di rawat. Sepanjang jalan Dita masih nyerocos mempersalahkan tentang kebohongan suaminya agar kedua anaknya tidak ikut. Bahkan suaminya ini malah tampak tenang-tenang saja seolah tidak ada beban pikiran. "Mas ngapain coba ngomong gitu? Kalau nanti anak-anak nagih gimana?" "Yah kalau nagih, kita bercocok tanam aja terus sampai dapat hasil." Jawab Aji seenaknya. Ah, sudahlah! Ingin rasanya Dita meremas mulut suaminya yang dengan lancar mengucapakan kalimat itu. Wajar sih laki-laki, tau nya hanya mencetak saja, mana tau gimana rasanya hamil, melahirkan, ngurus anak. Apalagi kalau anak sedang rew

