Beberapa hari ini semuanya masih tampak normal. Hesya pun masih sering berbincang dengan Iyan. Berbeda halnya dengan Vio yang tidak pernah ikut bergabung dalam obrolan mereka. Banyak siswi yang iri melihat kedekatan Hesya dan Iyan. Terkadang mereka menatap sinis ke arah Hesya, namun tak diacuhkan olehnya. Saat ini Vio tengah asyik mendengarkan sebuah lagu melalui earphone nya sembari memejamkan mata. Sepertinya ia tidak menyadari keadaan sekitar. Padahal Gilang yang merupakan ketua kelasnya sedang memberikan pengumuman yang diberikan padanya dari guru mata pelajaran matematika. Dikarenakan gurunya sedang rapat dan merupakan jam terakhir, akhirnya mereka pun diberi tugas berkelompok. "Yan, kita bertiga satu kelompok ya?" ajak Hesya. "Boleh, dia mau gak?" tunjuknya memakai dagu

