"Kak Devan?!" pekik Vio kaget. Devan tersenyum manis, matanya berbinar saat melihat Vio. Melihat itu Vio bergidik ngeri dan langsung berlari ke kamar. "Vio?!" pekik Devan. Namun Vio sudah menghilang di balik pintu. "Makanya jangan suka dijailin, jadinya dia takut sama kamu kan," ucap Rima. "Mana ada aku jailin Vio tan, aku cuma kesenengan aja kalo ketemu Vio. Lagian masa cowok seganteng aku Vio takut sih!" ucapnya penuh kebanggaan. "Buktinya dia malah lari liat kamu," ucap Vano santai. Devan menghembuskan napas panjang. Mereka bertiga masuk ke dalam rumah beriringan. Vano kemudian membawa barang bawaannya ke dapur, dan menyimpannya di lemari es. "Tan, aku ke kamar Vio ya?" izin Devan. Rima mengangguk mengiyakan. Melihat sepupunya yang akan menaiki tangga, Vano langsung mengej

