Gadis itu terbangun beberapa menit yang lalu, namun belum bangkit dari posisi tidurnya, sedangkan senyumnya sudah terlukis sejak tadi. Hari ini ia sangat bersemangat karena akan pergi berlibur. Semalam, ia sudah membereskan pakaiannya yang akan di bawa pergi. Dan alhasil, ia akan membawa satu koper besar berwarna abu-abu miliknya. Vio bangkit dan merenggangkan tubuhnya, ia mengucek matanya sebentar dan langsung berdiri menghampiri balkon. Ia menghirup udara segar yang masuk melalui celah hidungnya, dan juga merasakan setiap belaian angin pagi yang menerpa tubuhnya, dan lagi-lagi ia merenggangkan tubuh. Telinganya menangkap sebuah suara pintu yang terbuka, ia langsung menoleh ke arah sumber suara. Di sana Iyan berdiri dengan rambut kusutnya sehabis bangun tidur. Dengan cepat,

