BAB 32

1054 Kata

Ruangan itu kini dipenuhi dengan suara sendok dan garpu yang beradu. Ketiga orang itu melahap makanannya dengan tenang. Mereka juga makan ditemani suara hujan yang terdengar dari luar. Tiba-tiba Rima bersuara karena makanannya telah habis lebih dulu. "Sayang, sekarang kamu jarang bareng sama Iyan lagi ya?" tanya wanita paruh baya itu pada putri kesayangannya. Manik matanya menyiratkan rasa penasaran yang amat dalam. Biasanya putrinya itu selalu pulang dan pergi bersama Iyan, dan beberapa hari terakhir ini ia tidak melihat putrinya bersama pemuda itu, bahkan ia sama sekali tidak menyinggung namanya. Gadis yang ditatap sedemikian rupa menghentikan makannya, ia kemudian meneguk airnya sebelum membalas pertanyaan mamanya. "Iya ma." "Kenapa? Apa ada masalah sama kalian berdua?" ta

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN