"Kak Ervan?" pekiknya. Pemuda itu tersenyum dengan manisnya. Ervan menyodorkan satu bungkus snack yang dia ambil pada Vio. Gadis itu menerimanya dengan pipi yang bersemu merah. "Kamu Vio kan? Temennya Hesya?" tatapan matanya menyelidik dan mencoba mengingat-ngingat wajah gadis di depannya. Vio mengangguk cepat dan mengiyakan. "Kamu sendirian disini?" tanya pemuda itu sembari mengedarkan pandangannya. Vio menggeleng. "Aku sama Hesya kak, sama temen yang lain juga," balas gadis itu sembari tersenyum. "Hesya ada disini? Dimana?" Ervan celingukan mencari keberadaan sepupunya itu, ia mengedarkan pandangannya namun terhalang rak-rak disana. Kemudian Vio berjalan mendahului pemuda itu untuk menunjukkan jalan ke tempat Hesya berada. "Kak Ervan? Ngapain di sini?" tanya Hesya kaget s

