BAB 29

1222 Kata

Kedua gadis itu turun dari mobil. Hesya kembali menggandeng lengan Vio untuk mengajaknya masuk ke rumahnya. Vio mengedarkan pandangannya saat memasuki rumah megah sahabatnya. Rumah itu besar, namun sangat sepi. "Bi?" teriak Hesya. Mereka duduk di sofa yang ada di ruangan itu. "Bentar ya Vi," kemudian ia pergi entah kemana. Tak lama, ia kembali dengan seorang wanita paruh baya yang mengekorinya. Di tangannya ia membawa sebuah kotak. "Sini gue obatin luka lo dulu," ujarnya. Ia membersihkan luka Vio dengan air yang dibawa pembantunya. Gadis itu meringis saat lukanya tersentuh. "Pelan-pelan Sya," ringisnya. "Ini gue udah pelan," balasnya. Beberapa menit kemudian, Hesya telah selesai mengobati luka Vio. "Lo makannya bakal susah gak ya?" tanya Hesya. "Gak tau Sya, tapi ini ngomong aja aga

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN