BAB 36

962 Kata

Vio terbangun karena usapan pelan dari mamanya. Kemudian gadis itu bangkit dari posisi tidurnya sembari menguap dengan mata yang masih tertutup. "Ayo sarapan dulu Sweety," ajak Rima. "Masih ngantuk Maaa..." ucapnya memelas. Ia mengucek matanya. "Sarapan dulu, nanti boleh tidur lagi," bujuk mamanya. Akhirnya Vio mengalah dan segera turun dari tempat tidurnya. Sebelum keluar ia lebih dulu mencuci mukanya agar terlihat lebih fresh. Saat menuruni anak tangga, beberapa kali gadis itu menguap. Ia pun berjalan digandeng Rima agar tidak terjatuh. Saat tiba di meja makan, mata Vio menangkap sosok pemuda di depannya sedang tersenyum. Akan tetapi, gadis itu tetap menampilkan wajah datarnya. "Pagi sweety!" sapa Vano. Hening. Vio tidak membalas perkataan kakaknya. "Kamu masih marah ya sama kaka

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN