"Pemenangnya adalah pasangan nomor dua puluh tujuh!" Kedua gadis itu mematung, rasanya jantung mereka berhenti untuk sesaat. Keduanya saling memandang kemudian berpelukan. Air mata Vio mengalir begitu saja, begitupun sahabatnya. Mereka menerima ucapan selamat dari keluarga Vio dan yang lainnya. Suara tepuk tangan pun memenuhi seisi gedung. "Saya bangga pada kalian!" ucap miss Olla dengan bangganya. Kemudian kedua gadis itu memeluknya dan berterimakasih. Tanpanya, mereka tidak akan bisa seperti ini. Berkat miss Olla yang selalu sabar mengajarkan mereka berdua selama proses latihan, akhirnya mereka bisa mendapatkan hasil yang memuaskan. Mereka melepas pelukannya dan segera menuju panggung untuk menerima piala. Suara tepuk tangan semakin memekakkan telinga. Di tempatnya, Iyan ter

