"Boleh liat catetannya nggak?" tanya seorang gadis pada Iyan. Pemuda itu menoleh dan menampakkan wajah datar. "Emang lo nggak nulis?" ia balik bertanya. "Nulis kok, cuma agak pusing ngerangkumnya gimana," jawabnya. Akhirnya Iyan menyerahkan buku catatannya pada gadis itu. "Sst! Kesel banget gue liat si Giselle, nggak ada capenya dia deketin Iyan." Hesya berbisik sangat pelan. Vio yang sedang sedang fokus menulis pun langsung mengalihkan perhatiannya pada Giselle yang baru saja beranjak dari meja Iyan. "Udah sih biarin aja," jawab Vio cuek. Padahal hatinya serasa terbakar melihat hal tersebut. Beberapa jam kemudian bel berbunyi tanda istirahat. Banyak siswa yang langsung berhamburan keluar. Vio sendiri masih di mejanya sedang merenggangkan otot-otot yang dirasanya kaku. Gadis itu merapika

