Suara sendok dan garpu yang saling beradu menggema di ruangan itu. Tidak ada yang bersuara diantara mereka. Vio makan dengan tenang, begitupun kakak dan mamanya. Ia mengambil kembali sepotong ayam goreng yang berada di atas meja dan langsung melahapnya. Vano yang melihatnya heran, tidak seperti biasanya Vio makan banyak. "Tumben makan banyak sweety?" tanya Vano penasaran. Matanya menatap mulut Vio yang tidak berhenti mengunyah. "Aku kan belom makan dari siang kak, cuma ngemil doang," jawabnya sembari terus mengunyah. "Emang gak mampir beli mie ayam? Biasanya kan kalo abis latihan kesana dulu?" tanya Vano lagi. Vio menggeleng kuat. "Tadi bubar latihan aja udah sore banget, kalo beli dulu takutnya kemaleman di jalan," Vano hanya beroh ria mendengar penjelasan adiknya. Gadis itu m

