BAB 19

1420 Kata

"Makasih ya! Kalo udah gue cuci nanti gue balikin jaketnya," ujar Vio berterimakasih. Gadis itu melenggang masuk ke dalam rumahnya, meninggalkan Iyan yang sedang berusaha menormalkan detak jantungnya. Entah kenapa akhir-akhir ini ia merasakan gelanyar aneh jika berada dekat dengan gadis itu. "Iyan pulang..." ucapnya lesu. Ia melempar tasnya sembarang ke sofa. Ia mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan, namun tak menemukan tanda-tanda keberadaan papa dan mamanya. Lalu ia mendengar suara orang yang sedang berbincang dari arah dapur dan ia pun langsung menghampirinya, ternyata kedua orang tuanya sedang makan. Pemuda itu langsung mengambil tempat duduk di dekat papanya. Yuli mengambilkan nasi dan lauk pauk yang ada untuk putra kesayangannya. "Tumben akhir-akhir ini pulangnya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN