Dennise dan Regina menunggu hingga Terry sadarkan diri. Hari sudah menjelang pagi ketika gadis itu mulai menunjukkan pergerakannya. "Pagi, Terry," sapa Dennise ketika melihat Terry sudah bangun. "Kau masih di sini?" Terry balik bertanya sambil mengusap matanya. "Yeah, kau sudah lepas dari pengaruh Rachel. Kini, kau bebas menjalani hidupmu selanjutnya," ujar Dennise. Terry merasa sesak hati mendengar kalimat Dennise yang seperti itu. Ia tidak ingin menjalani kehidupan bebas, jika boleh memilih, ia ingin bersama dengan Dennise saja, tapi .... Ada lirikan maut di sebelah sana. Regina terus saja memperhatikannya dengan tatapan yang tajam. "Aku sudah tidak memiliki siapapun, Dennise. Kau ingin aku pergi kemana?" tanya Terry sedih sambil menundukkan kepalanya. Ia bukan gadis mandiri, sel

