DI SETUBUHI GENDERUWO

3722 Kata
Kisah ini dialami oleh seseorang yang sebut saja dia adalah Hani. Waktu itu Hani ini sedang ngekost di luar kota untuk menyelesaikan studinya. Nah pada suatu ketika Hani ini diajak temannya untuk mendaki ke gunung Arjuno dan tanpa di sengaja di gunung itu ada yang suka dengan Hani tapi yang suka itu bukan manusia, melainkan makhluk lain. ..... ... Di kosan Hani punya teman yang cukup akrab. Sebut saja dia adalah Nita. Nita ini bisa dibilang pergaulannya sangat bebas, seringkali dia keluar sampai larut malam sama temen-temennya cowok bahkan sering juga tidak pulang ke kost, tapi se-nakal nakalnya Nita, dia tidak pernah mengajak Hani untuk hal-hal semacam itu. Pada suatu ketika Nita mengajak Hani untuk pergi mendaki gunung, “Han, ikut anak2 yuk naik gunung”, ajak Nita. “Naik gunung mana Nit? Sama siapa aja?”, jawab Hani. “Anak2 kampus lagi ngadain acara pendakian”, jelas Nita. Awalnya Hani menolak ajakan itu karena dia masih ada kerjaan kampus yang belum selesai, tapi mengingat yang mendaki itu adalah teman-teman kampusnya akhirnya Hani memutuskan untuk ikut, disisi lain dia juga sudah cukup lama tidak naik gunung. Keesokan harinya ketika sedang di kampus, mereka yang akan ikut mendaki berkumpul di kantin untuk membahas rencana itu dan waktu itu ada 6 orang, Imron, Fatkhul, Heri dan Arif, termasuk Hani dan Nita. Ketika sedang berkumpul itu Imron bercandain Hani, “Tumben Han mau keluar, biasanya susah banget kalo diajak” “Iya nih udah lama gak ndaki jadi kangen”, jawab Hani. Diantara mereka berenam, yang cukup akrab dengan Hani adalah Imron dan Nita. Setelah cukup lama membahas rencana pendakian ini akhirnya mereka memutuskan untuk mendaki ke gunung Arjuno via jalur Tretes nanti hari sabtu. 2 hari kedepan. Singkat cerita, tibalah hari pemberangkatan, setelah semua sudah berkumpul di tempat yang sebelumnya di rencanakan, mereka berkendara menuju ke pos pendakian gunung Arjuno via Tretes dengan menggunakan mobil milik Imron. Setelah menempuh kurang lebih 45 menit perjalanan sampailah mereka di pos pendakian, sesampai disitu seperti biasa, mengurus ijin dan segala macam, setelah itu mereka santai-santai dulu mengingat waktu itu masih siang. Jadi mereka sampai di pos itu sekitar jam 9an. Ketika sedang santai santai itu terlihat Nita ini centil banget ke Imron dan Imron pun juga sama. Melihat itu Hani mikir, "Ah pasti gara-gara ini nih Nita ngajakin muncak". Imron memang orang cukup keren dan cukup tajir di sisi lain Nita juga orangnya cukup cakep, tapi ya gitu, bisa dibilang Nita Ini anaknya cukup nakal, dia kalo pacaran selalu kelewat batas. Sesampai disini masih belum ada yang aneh, semua seperti biasa. Setelah cukup istirahat perjalanan pun di mulai sekitar jam 10 pagi di pimpin oleh Imron. Pelan-pelan jalan dan sampailah mereka di pos 2. Mereka sampai di pos 2 itu sekitar 2 siang. Karena sesampai di pos 2 itu Hani merasa kelelahan mereka istirahat cukup lama, ada sekitar 30 menit dan di pos 2 itu terlihat cukup sepi, tidak ada pendaki satupun selain mereka berenam. Di pos 2 itu Nita masih dengan aksi capernya, dia selalu godain Imron dan Imron pun meresponnya. Nah Disini Hani juga merasa tertarik dengan salah satu itu cowok, yaitu Arif. Orangnya pendiam, dia hanya sesekali ngomong Itupun kalau diajak ngomong duluan, tapi Hani tidak berani menunjukan ketertarikannya itu ke yang lain. Setelah dirasa cukup istirahat perjalanan kembali dilanjutkan. Hani yang waktu itu berjalan di posisi tiga sesekali dia nengok ke belakang untuk melihat Arif yang tampak sedang fokus dengan jalan yang dilewatinya. Di tengah perjalanan menuju ke pos 3 Imron mengajak teman-temannya untuk istirahat dulu di sebidang tanah datar untuk menunggu habis waktu magrib sekalian membuat kopi. Fatkhul mengeluarkan alat masak yang dibawanya untuk membuat kopi. Nah ketika mereka yang cowok ini sedang sibuk merebus air tiba-tiba Hani mencium bau yang aneh. Seperti bau anyir dan busuk yang sangat menyengat hingga membuatnya ingin muntah. Melihat Hani yang sepertinya pengen muntah Imron bertanya, "Kenapa Han?" "Gpp, kalian nyium bau busuk nggak?", jawab Hani sambil menutupi mulutnya. "Iya, kayaknya ada bangkai nih di sekitar sini", jawab Imron. Merasa tidak nyaman dengan bau busuk itu mereka membatalkan niatnya untuk membuat kopi. Fatkhul mengemasi alat masaknya lagi dan mereka lanjut berjalan untuk mencari tempat lain. Setelah berjalan kurang lebih 200 meter bau busuk itu sudah tidak tercium dan mereka berhenti lagi di sebidang tanah datar untuk melanjutkan niatnya membuat kopi sambil menunggu habis waktu magrib. Peralatan masak dikeluarkan lagi dan mereka membuat kopi, setelah itu mereka santai-santai nih sambil menikmati kopi yang sudah jadi dan.. beberapa menit setelah itu tiba-tiba bau anyir campur busuk tadi tercium lagi oleh Hani. "Emmm.. Baunya kecium lagi nih", ucap Hani ke teman-temannya sambil menutupi hidungnya yang pesek. "Mana Han? Enggak gini kok?", jawab Imron sambil memasang hidung. Ternyata kali ini yang mencium bau busuk itu hanya Hani tidak dengan yang lain. Nah merasa tidak nyaman dengan bau busuk itu Hani mengajak yang lain untuk lanjut jalan meninggalkan tempat ini. Karena memang maghrib sudah lewat dan kopi juga sudah habis mereka memutuskan untuk lanjut jalan lagi tapi di perjalanan itu Hani masih terus mencium bau anyir campur busuk yang seakan terus mengikuti Hani. Sampai-sampai masker kain yang dipakainya Hani ini tidak mampu menahan baunya. "Eh ini bau bangkai kok masih aja kecium ya?", ucap Hani pada Nita yang waktu itu berjalan di depannya. "Enggak gini kok, hidungmu sakit mungkin Han", jawab Nita yang tidak mencium bau itu. Terus berjalan, dan akhirnya bau busuk itu sudah tidak tercium lagi. Singkat cerita sampailah mereka di pos 3 tepat jam 8 malam. Di pos 3 itu ada beberapa rombongan yang sedang camp dan di pos 3 itu Imron tanya ke teman-temannya mau camp di sini atau di lembah Kijang aja. Fatkhul dan Heri memberi usul agar camp di Lembah Kijang aja biar besoknya gak jauh-jauh kalau mau summit dan Hani pun hanya menurut, disisi lain jarak pos 3 ke Lembah Kijang itu tidak terlalu jauh. Di pos 3 itu mereka istirahat sebentar baru setelah itu lanjut berjalan ke Lembah Kijang untuk camp. Di perjalanan menuju ke lembah Kijang ini Hani merasa ada sesuatu yang membuatnya kurang nyaman. Di sepanjang perjalanannya itu Hani ini merasa seperti ada yang sedang mengawasinya dari berbagai penjuru hutan. Jadi sambil jalan itu dia seringkali melirik ke kanan kiri tapi tidak terlihat ada siapa-siapa dan gelap. Kurang lebih 30 menit berjalan akhirnya mereka sampai di area Lembah Kijang, sesampai di situ mereka lekas mendirikan tenda. Setelah dua tenda berkapasitas 4 orang sudah didirikan mereka lanjut memasak makanan untuk makan malam. Ketika sedang masak itu sesekali bau busuk tadi tercium oleh Hani. (Jadi baunya itu kadang tercium kadang enggak) Disini Hani mikir, “Apa disini ada bangkai lagi?” Hani tidak memberitahukan hal ini pada teman-temannya karena mungkin itu memang bau bangkai yang ketiup angin hingga sampai disini, soalnya malam itu di Lembah Kijang anginnya cukup kencang juga. Setelah masakan sudah matang mereka lanjut makan dengan lahap, soalnya malam itu mereka sudah sangat kelaparan. Setelah selesai makan mereka lanjut ngopi di depan tenda sambil cerita-cerita dan malam itu Nita masih dengan aksinya PDKT sama Imron dan Hani dia juga sesekali melirik Arif yang waktu itu terlihat sedang sibuk dengan kopinya. Karena malam semakin larut mereka memutuskan untuk masuk tenda dan tidur. Malam itu kan mereka mendirikan dua tenda, tenda 1 diisi oleh Imron, Fatkhul, Heri dan Arif, sedangkan tenda satunya diisi oleh Hani dan Nita. Ketika sedang tidur Hani bermimpi sedang berduaan dengan Arif di sebuah tempat. Nah ketika sedang berduaan itu tiba-tiba si Arif ini meluk Hani, sepertinya Arif menunjukkan ketertarikan pada Hani dan Hani pun diem aja ketika dipeluk Arif itu. Ketika sedang dipeluk, Hani merasa tidak bisa bergerak karena mungkin pelukannya Arif itu terlalu kencang hingga akhirnya dia terbangun dari tidurnya, setelah bangun dia ini masih tidak bisa menggerakkan tubuhnya sama seperti yang ada di mimpinya tadi, jadi dia cuma melek doang dengan posisi miring ke arah Nita. Bersama'an dengan itu tiba-tiba ada sebuah tangan yang perlahan memeluknya dari belakang dan tangannya itu berbulu hitam. Melihat itu Hani kaget ini tangannya siapa kok banyak bulunya. Dia berusaha membangunkan Nita tapi saat itu Hani tidak bisa menggerakan tubuhnya bahkan ngomongpun tidak bisa. Dia berusaha sekuat tenaga untuk meraih badannya Nita hingga akhirnya tangannya bisa menyentuh lengannya Nita, lalu dia menggenggam erat lengan nya Nita. Karena mungkin merasa sakit dengan genggaman itu itu akhirnya Nita bangun dan bangun-bangun kita tanya ke Hani, "Ada apa Han?", ucap Nita sambil berusaha melepaskan tangan Hani dari lengannya. Anehnya ketika Nita bangun itu tiba-tiba tangan yang tadi memeluknya itu sudah hilang dan badannya Hani sudah bisa digerakkan. Spontan dia ngomong, "Ada yang meluk aku dari belakang Nit!" "Siapa? Gak ada siapa2 gitu kok", tanya Nita yang tidak melihat ada siapapun di belakang Hani. Hani langsung melihat ke sebelah kanan dan benar disitu tidak ada siapa-siapa. "Beneran loh tadi kayak ada orang disini!", ucap Hani. "Ah cuma mimpi kali, orang gak ada siapa2 gitu kok. Udah ah tidur lagi dinign banget nih", jawab Nita mengabaikannya. Nita kembali tidur dan Hani berfikir mungkin tadi emang kebawa mimpi karena di mimpinya tadi dia sedang dipeluk oleh Arif, tapi kenapa dia bisa mimpi berduaan dengan Arif? bahkan sampai di peluk? Ya karena mungkin selama perjalanan tadi dia selalu perhatiin si Arif hingga kebawa mimpi. Kemudian Hani juga melanjutkan tidurnya tapi belum sampai dia ini tertidur pulas tiba-tiba dia merasa seperti ada orang di atasnya, pas dibuka matanya terlihat jelas wajah Arif sudah ada di hadapannya seakan-akan Arif ini ingin menyetubuhi Hani, tapi anehnya seluruh badan si Arif ini terlihat penuh dengan bulu hitam. Melihat kejadian ini Hani ketakutan, dia teriak sambil menutupi mukanya dengan kedua tangannya hingga Nita yang ada di sebelahnya pun terbangun. Melihat Hani yang sedang ketakutan, Nita meraih badannya Hani sambil tanya, "We Han, kamu kenapa?" Hani tidak ngomong apapun dia hanya nangis sambil terus menutupi mukanya. Melihat Hani yang terus-terusan nangis tanpa sebab Nita berinisiatif untuk membangunkan teman-teman cowoknya takutnya Hani kesurupan atau bagaimana, dia segera pergi ke tenda cowok dan membangunkan Imron, setelah bangun Imron tanya, "Ada apa Nit kok gugup gitu?" "Hani kesurupan, dia nangis aku tanyain gak mau ngomong", jelas Nita. Mendengar itu Imron segera membangunkan teman yang lainnya dan mereka pun menuju ke tenda cewek untuk melihat keadaan Si Hani yang masih terus menutupi mukanya sambil nangis. Lalu Imron meminta pada Arif untuk membuatkan minuman hangat, berbarengan dengan itu perlahan keadaan Hani membaik, Iya sudah bisa diajak ngobrol dan nyambung. Tidak lama kemudian Arif datang mengantarkan minuman hangat untuk Hani tapi ini malah menolak minuman dari Arif itu karena sebelumnya dia melihat Arif ini ingin berbuat tidak senonoh sama Hani. Dia mengatakan kejadian itu pada teman-temannya kalau tadi Arif seperti itu dan teman-temannya langsung tanya-tanya ke Arif Apa benar yang dikatakan Hani itu, tapi menurut Arif dia tidak melakukan hal tersebut sampai dia ini berani sumpah. Di sisi lain menurut Heri yang malam itu tidur disamping Arif juga tidak percaya dengan perkataan Hani, karena menurutnya Arif memang sedang tidur pulas malam itu. Hani yang tadinya kagum dengan Arif sekarang jadi ilfil setelah kejadian tadi meskipun teman-temannya tidak percaya. Karena memang tidak terbukti Arif melakukan hal tidak senonoh itu teman-temannya pun menganggap mungkin Hani ini sedang mengigau, lalu Imron mengajak teman-temannya untuk lanjut tidur lagi karena besok mereka masih ada perjalanan summit ke puncak. Sebelum lanjut tidur Hani ini masih terbayang-bayang kejadian tadi, "Apa benar tadi itu aku cuma mengigau? Tapi kok rasanya nyata banget dan terlihat jelas kalau itu adalah Arif", ucap Hani dalam hati. Hani pun menganggap kalau mungkin tadi dia cuma mengigau kemudian dia lanjut tidur. Keesokan harinya Imron membangunkan teman-temannya untuk mengajakanya summit ke puncak dan mereka semua pun bangun. Setelah bangun Hani ini masih terbayang-bayang kejadian semalam sampai-sampai dia ini merasa takut ketika melihat Arif. Pagi itu Hani tidak ingin melanjutkan perjalanan ke puncak Karena dia sudah tidak ada mood lagi tapi di sisi lain teman-temannya pengen ke puncak. Beberapa kali Imron memaksa Hani Tapi tetap saja tidak mau, dia malah bilang gini, "Kalian kalau mau ke puncak ke puncak aja aku nungguin di sini" Alasan lain tidak ingin ke puncak adalah karena dia terlanjur ilfil dengan Arif. Melihat Hani yang memang benar-benar sudah tidak ingin ke puncak Fatkhul berinisiatif untuk menemani Hani di tenda dan mempersilahkan teman-teman yang lain untuk melanjutkan ke puncak. Akhirnya mereka setuju, Imron dan yang lain lanjut berjalan ke puncak sedangkan Fatkul dan Hani menunggunya di tenda. Sambil menunggu teman-temannya turun dari puncak, di tenda Fatkul bertanya pada Hani tentang kejadian semalam dan Hani pun menceritakan semuanya pada Fatkul kalau si Arif seperti itu. Mendengar penjelasan dari Hani, Fatkhul tidak percaya karena setahu Fatkul, Arif bukan tipe orang yang seperti itu, dia ini pendiam jadi nggak mungkin. Di sisi lain pas di puncak itu Arif dan Heri ketemu teman lamanya yang tadi mendaki via Purwosari, jadi dipuncak itu mereka ngobrol cukup panjang dan kebetulan temannya Arif dan Heri itu akan turun via jalur Tretes. Setelah cukup lama di puncak mereka kembali turun bersama 2 temannya Heri dan Arif tadi dan singkat cerita sampailah mereka di area Lembah Kijang, sesampai di situ 2 temannya Arif dan Heri tadi pamit untuk turun duluan karena mereka sedang ada janji dengan orang di pos 3. Setelah itu mereka masak makanan untuk makan siang setelah itu mereka berkemas kemudian kembali berjalan turun. Di perjalanan turun Hani sudah benar-benar ilfil dengan Arif karena kejadian semalam, dia tidak mau jalan dekat-dekat sama si Arif. Singkat cerita sampailah mereka kembali di pos 3, sesampai di situ mereka bertemu dengan temannya Arif dan Heri tadi. Mereka istirahat sambil ngobrol-ngobrol dengan temannya Heri dan Arif, setelah cukup lama ngobrol Imron mengajak yang lain untuk lanjut berjalan turun tapi Heri dan Arif meminta mereka agar turun duluan karena Heri dan Arif masih asyik dengan temannya itu. Mereka meminta Imron untuk menunggunya di pos pendaftaran. Imron dan yang lain pun bergegas jalan turun dan meninggalkan Heri dan Arif bersama temannya. Sesampainya di pos 2 mereka istirahat lagi di bangunan yang terbuat dari kayu. Tidak lama ketika istirahat itu terlihat dari atas Arif berjalan turun sendirian dan berhenti di pos 2, melihat Arif yang berjalan sendirian Imron bertanya, "Loh Rif, mana Heri kok kamu sendiri?" Arif menjawabnya dengan singkat, "Sana", sambil dia menunjuk ke arah atas. Imron mikirnya, mungkin Heri masih di belakang bareng sama temannya tadi dan Si Arif ini jalan duluan. Lalu Arif mengajak mereka untuk lanjut berjalan turun, "Ayok lanjut turun, Heri masih jauh di belakang". Sepertinya Arif ini tidak enak badan karena suaranya terdengar sedikit serak. Mereka pun lanjut berjalan turun dan Selama perjalanan turun dari pos dua itu Arif berjalan di paling belakang tanpa bicara apapun hingga sampai kembali di pos pendaftaran. Sesampai di pos pendaftaran mereka istirahat sambil menunggu Heri yang masih di belakang. Nah ketika sedang istirahat terlihat Arif berjalan menjauh dari teman-temannya, Imron mikirnya mungkin Arif sedang mencari tempat untuk buang air kecil. Tidak lama setelah itu terlihat Heri dan teman-temannya akan sampai di pos pendakian dan anehnya waktu itu Heri bersama Arif dan juga temannya. Melihat itu Imron kaget begitu juga dengan yang lain, karena setahu Imron tadi Arif ini sudah turun bareng dia, sama mereka. Sesampainya di pos pendakian Imron tanya ke Arif, "Loh Rif, Bukannya kamu tadi udah turun bareng kita ya?" "Enggak, aku dari tadi jalan sama mereka kok", jawab Arif. "Lah trus yang tadi itu siapa?", tanya Imron dengan heran. "Siapa emang?", tanya Arif balik. Imran menjelaskan pada Arif kalau tadi dia ini turun bareng Arif dari Pos 2 sampai ke pos pendakian. Di sisi lain Arif yang tadi pergi menjauh pun tidak juga kembali. Nah dari sini mereka mulai merasa ada keanehan nih, lalu Imron mengajak yang lain untuk segera pulang, "Yaudah kita langsung pulang aja yuk keburu sore". Ucap Imron karena merasa ada yang janggal. Merekapun kemudian pisah sama temannya Heri dan Arif tadi untuk kembali pulang hingga akhirnya mereka sampai di rumah masing-masing. Di kosan Hani menceritakan kejadian yang dialaminya selama di gunung itu kepada Nita bahwasanya malam itu Arif ini berbuat tidak senonoh pada Hani termasuk tubuh Arif yang penuh bulu itu Dan Nita tidak habis pikir, "Kok bisa Arif berbuat seperti itu padahal Arif kan orangnya pendiam, tapi nggak tau juga sih mungkin malam itu si Arif ini sedang khilaf atau gimana". Keesokan harinya tiba-tiba Hani dikasih tahu sama ibu kos kalau ada yang sedang mencarinya, Hani pun segera keluar dari kamarnya untuk melihat siapa yang mencarinya itu, setelah dilihat dari kaca jendela ternyata yang datang itu adalah Si Arif. Melihat yang datang itu ternyata Arif, Hani tidak ingin menemuinya karena dia masih trauma dengan kejadian di gunung itu, dia pergi ke kamarnya Nita dan memintanya untuk menemui Si Arif. "Nit, tolong temui si Arif tuh dia ada di depan?", ucap Hani pada Nita. "Emangnya ngapain dia kesini?", jawab Nita. "Nggak tau, aku gak mau ketemu sama dia jadi tolong ya", pinta Hani. "Yaudah aku temui", jawab Nita. Setelah itu Hani masuk ke dalam kamarnya sementara Nita dia menemui Arif di depan. Nita dan Arif duduk di teras depan rumah dia tanya maksud kedatangannya ke sini, kata Arif dia ke sini ingin bertemu dengan Hani. Nah berhubung tadi Hani ini bilang kalau nggak mau ketemu sama Arif dia bilang ke Arif kalau Hani sedang tidak ada di kos, lalu Nita bertanya lagi kenapa dia ingin bertemu dengan Hani, tapi Arif tidak mau bilang ke Nita, dia malah pamit untuk balik pulang. Akhirnya Ya udahlah Nita membiarkan Arif pergi, setelah itu dia ke kamarnya Hani untuk memberitahukan kalau Arif sudah pergi dan tujuannya kemari karena dia ingin bertemu dengan Hani. Nita bertanya pada Hani Kenapa dia tidak mau menemui Arif? Hani bilang dia masih trauma tentang kejadian malam itu di gunung, kemudian Nita memberi saran pada Hani agar temui saja si Arif Siapa tahu dia mau minta maaf. Malam harinya sekitar jam 7 Arif datang lagi ke kosan dan Kebetulan malam itu Nita sedang duduk di teras rumah, melihat kedatangan Arif Nita segera memberitahu Hani dan menyarankan lagi pada Hani agar temui saja. Akhirnya Hani mau menemui Arif, mereka duduk di teras rumah. Dan ternyata benar, dengan suara seraknya dia menjelaskan bahwa kedatangan Arif itu karena dia ingin minta maaf atas kejadian di gunung itu. Karena memang Arif sudah mengakui kesalahannya Hani pun memaafkannya setelah itu Hani meminta Arif untuk pulang karena di sisi lain waktu itu juga sudah malam takutnya nanti dia dimarahin sama ibu kos. Setelah pulang Hani bilang ke Nita kalau tujuan Arif tadi minta maaf dan Hani sudah memaafkannya. Malamnya ketika Hani ini sedang tidur, kejadian di gunung itu terulang lagi. Ketika sedang nyenyak tidur ini merasa seperti ada seseorang yang sedang memeluknya dari belakang, spontan Hani bangun dari tidurnya dan melihat siapa yang memeluknya itu, ternyata dia adalah Arif dengan penuh bulu diseluruh tubuhnya. Melihat kejadian itu Hani teriak sekencang-kencangnya sehingga membuat Nita dan penghuni kost yang lain bangun, termasuk ibu kost. Mereka penghuni kos itu masuk ke kamarnya Hani, terlihat Hani ini sedang ketakutan sendiri, lalu Nita mendekati Hani dan bertanya ada apa. Hani hanya menjawab, “Arif, Arif, Arif” dengan nada ketakutan. Mendengar itu Nita bingung mana ada Arif, lagian ini kan udah malam nggak mungkin juga ada cowok yang masuk ke dalam kost. Nita mikirnya mungkin malam itu Hani sedang mengigau begitupun dengan penghuni kos lainnya. Lalu ibu kos meminta pada yang lain untuk kembali ke kamarnya untuk tidur. Melihat Hani yang sedang ketakutan ibu kos meminta Nita agar tidur di kamarnya Hani untuk menemaninya. Setelah semua sudah bubar, di kamar Hani menceritakan tentang kejadian yang dialaminya barusan kepada Nita kalau tadi itu ada Arif yang tiba-tiba memeluknya dengan tubuh yang penuh bulu, tapi Nita tidak percaya dia menganggap mungkin Hani habis ngelindur, soalnya yang diceritakan itu tidak masuk akal. Beberapa malam kejadian itu terus dialami oleh Hani, Iya selalu dihantui sosok Arif dengan badan penuh bulu, hingga akhirnya ibu kos menyarankan Hani untuk pulang beberapa hari agar pikirannya bisa tenang baru setelah itu balik ke kost lagi. Hani pun pulang untuk menenangkan pikirannya di rumah. Di rumah Hani menceritakan tentang apa yang dialaminya selama berada di kos itu pada orang tuanya lalu orangtuanya berinisiatif untuk menanyakan hal ini kepada orang tua yang ada di kampungnya. Saat itu juga mereka pergi ke rumah orang itu, sesampai di sana Hani menjelaskan tentang semua yang dialaminya itu kepada ada orang tersebut, setelah diceritakan orang itu terlihat seperti sedang memperhatikan keadaan sekitar, lalu dia berucap, "Iki ono sing ngetutno awakmu nduk, kae ndk ngarep lawan amping-amping pengen melbu tapi ra iso. Deke ini seneng karo awakmu mangkane terus melu" (Ini Ada yang ngikutin kamu, itu di depan pintu dia sedang mengintip mau masuk tapi enggak bisa, dia suka sama kamu mangkanya terus ikut) Mendengar itu orang tuanya Hani bertanya, "Kalau gitu tolong agar di suruh pergi aja biar gak ngganggu anak saya". Tapi orang itu bilang tidak bisa kalau diusir, karena sosok yang mengikuti Hani ini adalah Genderuwo dan dia sudah terlanjur suka sama Hani. (Nah gw jelasin sedikit tentang mas wowo ya. Wowo ini, dia pinter, dia punya akal sama seperti manusia. Kenapa orang tadi bilang kalau tidak bisa diusir? Sebenarnya bisa tapi kalau yang ngusir itu udah pergi dia bakal balik lagi, dan Wowo ini bisa berwujud seperti manusia biasa ataupun makhluk hidup yang lain karena memang dia ini pintar. Dan Wowo ini sebenarnya punya tempat sendiri di alamnya. Nah Wowo yang seringkali mengganggu manusia itu adalah Wowo yang yang diusir dari tempatnya karena mungkin dia ini bandel atau melanggar peraturan disana, maka dari itu dia datang ke alam kita dan mengganggu manusia. Dan bisa juga suka sama manusia) Mendengar penjelasan dari orang itu orang tuanya Hani bertanya bagaimana caranya agar Wowo itu tidak mengganggu dan menyukai anaknya lagi. Menurut orang itu Hani harus segera menikah dengan sesama manusia, karena dengan cara itu dengan sendirinya nanti Wowo ini bisa pergi dengan sendirinya. Akhirnya okelah Hani dan keluarganya pamit untuk pulang Sesampai di rumah orangtuanya Hani tanya apa Hani sudah punya pacar tapi Hani jawab belum, lalu kedua orang tuanya berinisiatif untuk mencarikan Hani jodoh agar dia segera menikah. Hingga akhirnya Hani menikah dengan laki-laki pilihan orang tuanya meskipun Hani kurang begitu suka dengan laki-laki pilihan orang tuanya tersebut, karena memang Hani belum tahu pasti sifatnya. Setelah pernikahan itu berlangsung, perlahan Hani sudah tidak diganggu oleh sosok Wowo itu dan sekarang dia sudah tidak tinggal di kos lagi, pulang pergi kuliah diantar sama suaminya dan lama-kelamaan Hani merasa nyaman dengan laki-laki pilihan orang tuanya tersebut. Selesai...
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN