Aku tak pernah membayangkan aku menikah dengan orang biasa sepertinya. Bahkan, aku belum pernah sekali pun membayangkan tentang pernikahan. Di umurku yang masih 22 tahun, aku sama sekali belum berpikir untuk menikah. Pernikahan yang tiba-tiba dan juga bukan dengan orang yang kucintai, membuatku merasa seperti mimpi. Seperti saat ini, kukira suamiku ini akan mengajakku pindah ke rumah yang lebih besar dari rumah mama, tapi nyatanya apa yang kupikirkan masih lebih indah dari kenyataan yang ada. "Kita, tinggal di sini?" Aku terpekik saat melihat rumah yang ada di hadapan mataku. Sebuah perumahan yang sangat-sangat kecil. "Iya. Ini sekarang rumah kita,"ucap Mas Bejo penuh kebanggaan. Aku hanya tersenyum getir sembari melirik ke arahnya. Kenapa tidak tinggal di rumah mami saja, sih? Kami b

