"Bagus. Kalau gitu, Mas mulai, ya?" "Mu-mulai?" "Allahumma janibnasyithana wa jannibi syathaanamaa razaqtana." Semilir angin yang berhembus di malam ini, menggetarkan hati dan jiwaku yang telah lama menunggu. Saat ini aku melepas semua predikatku sebagai seorang gadis dan akan menyandang gelar istri sepenuhnya. Hembusan gelombang surgawi begitu memabukkan, hingga membuat kami terbuai dan juga lupa diri. Menanggalkan segala kesombongan dan juga keangkuhan yang selama ini menjadi topeng kedua insan yang telah menyandang predikat suami istri. Melebur menjadi satu tanpa penghalang apa pun. "Kamu sudah siap?" bisiknya tepat di telingaku. Terdengar begitu lembut bagai kapas dan bersamaan terdengar begitu menggoda. Aku mengangguk. Bukankah ini yang sedari kemarin aku inginkan? Harusnya

