"Kita sholat dua rakaat dulu." "Sholat apalagi, Mas?" Tentu saja aku penasaran dengan hal ini. Sholat apalagi yang mesti kita kerjakan? "Itu, ehm ... kita akan melakukan ibadah besar." Mas Bejo terlihat begitu gugup ketika mengucapkannya. "Ibadah besar?" Aku memang masih terlalu awam dengan agamaku sendiri, jadinya ibadah besar yang seperti apa, aku pun tak tahu. "Ya sudah kita mulai sholatnya dulu." Kami pun melakukan sholat lagi. Meski aku tak tahu sholat untuk apa ini, tapi aku tetap mengikutinya. Aku percaya pada pria yang kini menjadi imamku itu. Aku mengikuti setiap pergerakan Mas Bejo. Gerakannya sama seperti sholat lainnya. Setelah selesai melaksanakan sholat dua rakaat, Mas Bejo berbalik menatapku yang masih bingung dengan semua ini. Kenapa aku mendadak bego gini, sih? "E

