21. Hadiah

1147 Kata

Lama kami bertatapan, aku tak mengira suasana akan secanggung ini. Aku hanya melongo melihat Mas Bejo yang juga melongo melihat ke arahku. Dia menelan saliva-nya. Apa aku tidak salah melihat? Dia terlihat melihatku dari ujung kaki hingga ujung kepala, tapi buru-buru memalingkan wajahnya. Mas Bejo sedikit menyingkir dari depan pintu menuju ke samping. Setelah aku masuk kamar, dia buru-buru keluar dan menutup pintunya. Apa dia tidak bisa sedikit saja tertarik melihat ke arahku? Padahal jika dia mau, tinggal buka saja aku juga pasti nggak bakal menolak. Apa sih, Mas yang membuatmu belum mau menyentuhku? Jengkel! Aku segera ganti baju dan berbaring di atas kasur. Kuambil kertas yang selama ini selalu k****a isinya untuk dihafalkan. Awas saja! Pasti aku nanti akan menghafalkan semua. "Se

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN