22. Gangguan

1074 Kata

Mas Bejo nampak tak menolak, tak seperti saat pertama aku mendekatkan wajahku. Kini suamiku itu hanya diam dan memejamkan mata, seolah pasrah dengan apa yang akan terjadi di antara kami. Aku tak menyia-nyiakan kesempatan ini untuk melakukan hal yang selama ini hanya ada dalam angan saja. Saat bibir kami menempel, aku mampu merasakan bahwa ada sebuah dorongan untuk melakukan yang lebih. Aku pun ikut terpejam, seolah hanya mengikuti naluri saja. Perlahan aku membuka bibirku dan mencoba melahap apa yang ada di depannya. Hanya mengikuti naluri, akhirnya aku semakin rakus. Mas Bejo pun nampak mulai menikmati permainan ini. Dia mulai mengikuti permainan yang telah kuciptakan. Hatiku benar-benar bersorak akhirnya dia mau membalasnya. Apakah kali ini aku sudah menang? Kurasakan napasnya semak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN