23. Tertutup

1059 Kata

"Helen!" Aku menghampiri gadis yang berada di pojokan itu. Kuharap itu benar-benar Helen. Hampir saja aku putus asa karena mencarinya. Kepala gadis itu tertunduk, wajahnya terbenam di antara kedua lututnya. Aku berusaha mengangkat wajahnya agar aku bisa mengenalinya. Tak ada penolakan, gadis itu menurut saja ketika aku hendak melihat wajahnya. "Ya ampun, Helen. Lo kenapa?" Ternyata benar bahwa dia adalah Helen. Matanya terlihat begitu sembab sedang dari sudut bibirnya terlihat ada bercak darah. Aku memeluknya berusaha menenangkannya. Kubiarkan Helen menangis menumpahkan segala yang ada di hatinya. Dia terus menangis dan membenamkan wajahnya di d4daku. Ah! Kenapa lagi sahabatku ini? Baru saja aku melihatnya lagi hari ini, tapi kondisinya kembali kacau. Aku terus mengelus rambut Helen,

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN