"Lho! Ngapain kamu di sini?" Mataku menangkap sesosok Dewa Yunani yang mampu memanjakan mata. Ya ampun, Alia. Ingat, kamu udah punya laki. Jangan gampang terpesona dengan penampakan laki-laki lain. Meski itu menyerupai Dewa Yunani. "Mau nemuin kamu." Tuhan ... senyumnya mengapa lebih manis dari madu. Dibanding Mas Bejo, pria ini lebih terlihat hangat dan ramah. Aku melirik ke arah mami yang nampak kurang nyaman dengan pria itu. Mami kenapa sih, kayaknya kurang suka sama pria tampan dan sekaya dia. Tapi, giliran sama Mas Bejo, kelihatan ngebetnya. "Ehm ... mau ngapain nemuin aku?" Aku merasa nggak enak dengan tatapan mami padaku saat ini. Iya, iya, Mi. Alia ingat, Alia udah merid. Nggak mungkin juga jalan sama cowok lain. Memang tidak ada yang tahu perihal pernikahanku dengan Mas Bej

