“Dokter Evelyn ... aku kira siapa.” Viona langsung bergegas menghampiri Dokter Evelyn yang berdiri di depan pintu sambil tersenyum ke arahnya. Mereka berpelukan dan bercipika-cipiki. Lalu Viona mengajaknya untuk duduk ke sofa ruang keluarga. Raka pun terabaikan. Jangankan diajak berbicara oleh istrinya, dilirik saja tidak. Namun ia tidak mau mengambil pusing, karena ia merasa tidak ada masalah apa-apa dengan istrinya. Kemudian Raka pergi ke dapur untuk mengambilkan minuman dan juga camilan. Dari dapur ia bisa melihat istrinya yang sedang berbincang-bincang dengan Dokter Evelyn. Sementara itu, Shafa yang duduk di bean bag saat ini sedang menatapnya dengan tatapan yang tak biasa. Hingga membuat dirinya langsung mengerutkan keningnya bingung. “Di minum dulu, Lyn, airnya.” Raka meletak

