“Ngapain duduk di sini, Bu? Masih banyak kursi yang masih kosong tuh,” ketus Viona seraya melirik wanita itu sinis. “Santai aja kali, Vi. Saya cuma mau ngomong bentar sama Pak Raka,” balasnya. “Saya mau makan. Kalau ada hal penting, bisa dibicarakan nanti,” sahut Raka dengan tegas. Wanita itu mendengus kesal. “Bentar doang, Pak. Saya cuma mau nanya, minggu depan Bapak ikut tur ke Bali apa enggak?” tanyanya ketus. “Enggak,” sahut Viona. “Saya nanya Pak Raka, bukan nanya kamu,” kesal wanita itu. Sembari menatap Viona sinis. “Suka-suka saya, lah. Dia nggak bisa pergi ke mana-mana kalau nggak dapat izin dari saya,” balas Viona tak kalah ketus. Membuat wanita itu langsung berdecak kesal. “Ck. Baru jadi istri aja udah banyak ngatur,” gerutunya. “Terus menurut Bu Nuni, siapa yang

