Raka menghela napasnya dengan mata yang terpejam. Ia kemudian bergegas memasuki mobilnya dan mengejar mobil yang ditumpangi oleh Viona, sebelum mobil itu tak terlihat lagi. Selama diperjalanan, Raka terus-terusan menghela napasnya sambil memukul setir mobilnya berkali-kali. Ya siapa sih yang menyangka? Setelah bersenang-senang dengan istrinya, tiba-tiba dihadapkan dengan permasalahan seperti ini. Sudah kepalanya pusing memikirkan permasalahan keluarga, ditambah lagi harus memikirkan permasalahan dengan istrinya. Drrt ... drrt ... drrt. Di saat kepalanya sedang pusing-pusingnya, tiba-tiba Dokter yang merawat Esther meneleponnya. Lagi-lagi Raka menghela napasnya. Mau tidak mau, ia harus mengangkatnya. “Iya, Ngga?” ucapnya dengan suara lemas. Ya, Angga adalah temannya sekaligus D

