Waktu terasa cepat bagi yang bahagia, terasa lambat bagi yang tersiksa dan terasa sesak bagi yang gundah. Viona tak menyangka, ia bisa bertahan sampai di titik ini setelah melewati semua cobaan yang sangat berat di hidupnya. Empat bulan ini ia jalani dengan suka bercampur duka. Ada tangis, ada sedih, ada canda dan ada tawa. Terkadang ia marah, karena merasa Tuhan tidak adil dengannya. Sejak kecil sampai besar, ia selalu dipertemukan dengan permasalahan yang sama. Yaitu pengkhianatan seorang laki-laki yang sudah ia anggap sebagai pahlawan dihidupnya. Akan tetapi, terkadang ia juga merasa bersyukur. Dengan adanya cobaan ini, ia bisa belajar menjadi seseorang yang lebih dewasa lagi. “Ayo jalan-jalan ke depan sama Mama.” Emma mengajak putrinya supaya mau bergerak. Karena sejak kehamilannya

