Pergi

1025 Kata

Meninggalkan Kota kelahiran untuk menenangkan diri adalah hanya tidak pernah Viona bayangkan dalam hidupnya. Ia tidak menyangka, akan berada dititik di mana ia benar-benar tak sanggup lagi menghadapi keadaan yang menimpanya. Dahulu, stres dan depresi adalah makanan sehari-harinya. Akan tetapi, ia masih kuat menghadapinya sampai membaik lagi. Namun kini, ia merasa sudah tak sanggup lagi. Semakin sering ia bertemu Raka, semakin sakit pula hatinya. “Senyum, Sayang. Jangan sedih, dong. Nanti Mama jengukin seminggu sekali.” Ya. Pada akhirnya, pilihannya jatuh pada Kota Jogja yang akan ia jadikan sebagai tempat pelarian dari masalahnya. Viona memilih Kota Jogja karena ia teringat pada masa kecilnya saat masih tinggal bersama neneknya di sana. Ia merasa tenang dan nyaman, hidup di lingkungan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN