Tanpa berpikir panjang, Bobby langsung mengangkat tubuh Viona yang sudah tak sadarkan diri di saat semua orang heboh dan panik melihat keadaan Viona. Kemudian ia langsung membawanya keluar dari area kantin dengan diikuti oleh Sinar di belakangnya. “Bob, langsung bawa ke Puskesmas aja Bob. Gue telfon Pak Raka dulu. Lo kuat kan, jalan sampai Puskesmas depan?” ujar Sinar yang tampak sekali paniknya. Antara ingin menangis, tapi masih bingung sendiri. Dengan tangan yang gemetar, ia pun berusaha menghubungi nomor Raka sambil terus berjalan mengikuti Bobby dengan cepat. “Gue nggak kuat, Nar, kalau sampai depan. Mentok sampai parkiran mungkin,” ujar Bobby. Sinar menghela napasnya. Ia lupa kalau Bobby ini cowok lemah. Mau memaksa pun kasihan, tapi Raka dihubungi juga tidak bisa. “Pak Raka

