Obvious

1885 Kata

Ya, Tuhan, bagaimana nasib Orlinnya jika ia menyusul seperti yang dialami Tuan Dewangga  sekarang, yakni, masuk rumah sakit? Air mata Kin turun semakin deras. Tidak! la tidak boleh menyerah! Orlin masih terlalu kecil untuk kehilangan kedua orangtuanya. Gadis kecil peri yang baiknya masih amat membutuhkannya. Kinpun menghapus air matanya, berusaha mengacuhkan rasa sakit di kepalanya, lantas berusaha memfokuskan pandangannya. Baru saja ia akan mencoba untuk bangkit, dilihatnya seseorang melangkah menaiki tangga. Melawan arus manusia. Namun, pandangannya yang belum sepenuhnya fokus membuatnya tak dapat mengenali sosok itu. "Kinan Sabrina Tanjung!" Mata Kin melebar saat mendengar namanya dipanggil. Suara itu! Suara yang amat dikenalnya. Kelegaan yang luar biasa melingkupi hatinya saat sos

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN