Keheningan terjadi begitu lama, wanita itu hanya menunduk menyembunyikan raut wajahnya yang ketakutan dan air matanya yang terbendung kuat. “A―aku …,” ucapan Naya terpotong dengan Reza yang meraih tangan istrinya, menyelipakan jemarinya, mengunci dalam genggaman. “Jangan disini ya, berisik,” ucap Reza dan membawanya pergi dari zona game koin yang memang dipenuhi dari suara aba-aba permainan. Langkah Naya tersendat pelan membuat Reza juga memelankan langkahnya, berjalan beriringan. “A―aku minta maaf …,” lirih Naya membuat langkah Reza terhenti, wajah Naya menunduk begitu dalam membuat ia sama sekali tak bisa melihat wajah cantik yang dirindukannya selama ini. “Mas pas―pasti akan semakin membenciku … sekarang.” Tes … Air mata itu keluar begitu saja, dengan perasaan khawatir,

