Pesan cukup mengejutkan ia terima dalam secarik kertas, jantungnya berpacu begitu cepat padahal ia tak melakukan olahraga berat ataupun lari marathon, ia hanya berdiri memegang secarik kertas namun jantungnya berdetak begitu cepat. Tubuhnya melemas, padahal sebelumnya ia sangat bersemangat, ia bahkan memikirkan beragam cara untuk meminta maaf pada istrinya. “Kenapa aku tak menyadari sejak awal,” rutuk Reza menjambak rambutnya sendiri frustasi. Ia mengambil ponselnya yang tengah di charge. Masih sama, ia tak menemukan pesan yang dimaksud oleh istrinya, ia juga tak mendapati pesan apapun dari wanitanya, Reza mendial nomor istrinya, rasa khawatir dan kalut berbaur membuat pikirannya kian kacau, separuh hatinya pergi karena kelalaian dirinya yang terus melimpahkan salah ketimbang m

