Naya menghabiskan waktunya di perpustakaan daerah setelah menghabiskan makan siangnya di warung pinggir jalan. Ia belum ingin pulang, tak ingin bertemu orang-orang yang ada di rumah. Meredakan amarah, itu cara yang ia lakukan saat ini. Tangannya memegang sebuah buku berukuran tebal. Buku yang ia ambil dengan asal namun cukup untuk membuat kepalanya semakin sakit. Buku ensiklopedia yang dibacanya semakin membuat pikirannya runyam namun mampu mengurangi amarah yang sempat meletup. "Jadi teori evolusi ini hoax apa asli sih," gumamnya tak menemukan solusi dari buku yang dibacanya. Pandangannya mengedar pada sekeliling. Perpustakaan ini cukup sepi. Cukup nyaman untuk tempat pelarian hati. Ia bersyukur karena langkahnya membawa ia kemari. Tak ingin berpusing ria. Ia mencari buku genre komedi.

