ANCAMAN GALERI PONSEL

1146 Kata

Pesta namun tak terasa suasana pesta, itulah yang kini dirasakan Naya kala menjejakan kakinya ke kontrakan Rendra. Tidak ada hiasan balon-balon, slinger hias, kue tart ataupun makanan minuman yang biasanya tersaji di meja. Begitu kosong.   Naya mengernyitkan keningnya, memandangi dirinya dengan balutan dress dan rambut terurai, dandanannya bahkan sangat fancy untuk pergi ke party.   “Kenapa?” tanya Rendra kala melihat Naya yang hanya mematung di ruang tamu. “Aku salah kostum ga sih?” tanyanya sambil terkekeh kecil. “Engga kok, bagus. Kalau kamu ngira bakal ada dekor, inget aja penghuni kost ini cowok. Belanjanya juga malah bikin bergidik yang ada.”   “Tapi apa ga terlalu kosongan, tart?” “Ada kok, di kulkas. Ada cola juga sama ayam goreng.” Naya bertepuk tangan saat mengetahui jika

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN