"Apa kamu memang setidaktahu diri itu?" murka Andi tiba-tiba. "Aku bilang jangan sampai melapor dan kamu terus terang minta hp, hei! apa kamu bodoh!" "Jangan salah paham!" teriak Naya tanpa sadar. "Suamiku akan terus mencariku dan ... dan jika sudah begitu, dia akan mengerahkan semua yang dia bisa untuk menemukanku, selama ini dia tak mencariku karena aku terus menghubunginya," lirih Naya kembali ketakutan kala mata nyalang itu memandangnya. Nafasnya kembang kempis dengan tangan yang mengepal kuat, memberanikan diri. Ia harus menyelamatkan dirinya terlebih dahulu. "Bukankah ... bukankah kamu mau uang? suamiku bisa memberikan sebanyak apapun yang kuminta, hanya saja ... hanya saja aku harus terus menghubunginya. Pagi dan malam paling tidak." Andi mempertimbangkannya dan menganggu

