PANGGILAN TAK TERJAWAB

1220 Kata

Sepanjang perjalanan, Adelia tak bisa berhenti menitikan air mata. Ia tak berani menangis tersedu-sedu di samping Dafid yang tampak kesal, rahangnya megeras namun tak bicara apapun. Belum lagi Adelia melihat Arkan yang justru tiduran di kursi belakang. “Kamu lagi, kenapa ga ada cemas-cemasnya sih! ga punya hati ya? kita pernah main bareng, kamu ga khawatir?” serobot Adelia membuat Arkan bangun dari tidurannya. “Air matamu terbuang percuma, Del. Sama sekali ga menyelesaikan masalah. Aku punya caraku sendiri, kamu udah lama kenal sama aku lho.” Adelia bungkam, tak lagi menjawab. Hingga sebuah kekehan muncul dari Dafid yang tak bisa menahan tawanya. “Keep calm. Boleh nangis deh, tapi jangan berisik,” ledek Dafid mengelus surai rambut temannya, cara yang selalu berhasil membuat Adel menjadi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN