Terisak lemah Reza, keceriaan yang selalu ia dapatkan dalam panggilan telepon rupanya menyembunyikan kepedihan dari kisah yang tak pernah ia tahu, Naya … wanitanya tak pernah menceritakan apapun, hanya terus meledekinya. Menyembunyikan kesedihan, ketakutan dan kegundahannya. Perasaannya kian sedih kala mendengar semua yang diceritakan oleh Dafid. Dafid memang sudah mendengar cerita secara menyeluruh dari Naya yang ia desak untuk buka suara. Dafid menceritakannya secara runtut dari awal pesan yang diterima hingga test kehamilan Naya hari lalu. “Kamu mau bagaimana? Kalau bisa terima, aku kasih ijin untuk ber―” “Aku suaminya! Aku lebih berhak un―” “Turun sekarang! Kamu pikir aku bisa menyerahkan pada pria labil sepertimu?” Reza mengendur, ia tak bermaksud untuk menyela. “Aku hanya ingin m

