Raut sumringah nampak di wajah mereka kala lorong terang terlihat di ujung sana, tanda penjelajahan telah selesai. Permainan rumah hantu rupanya cukup menegangkan sekalipun mereka menaiki kereta. Perjalanan yang mereka lewati juga cukup panjang, lima belas menit mereka masuk dalam kegelapan hingga cahaya menyilaukan membuat mereka bisa bernafas lega. "Kapok dah main begituan." "Tapi kalau naik dua kali udah ga serem lagi, udah ga kaget lagi." "Ogah! gila banget mba titi mana aku tahu anaknya dimana, mana suaranya mekik banget, tahunya cuma boneka, padahal udah kaya manusia setan banget!" "Suwer dah! kaget banget pas tiba-tiba kepalanya jatuh gitu dan nggelinding mulutnya langsung nyengir, savage banget emang. Tahu gitu tadi aku merem aja, mana sempet mikir jawabannya apa." Adelia emos

