Wanita itu kembali terlelap. Memaksakan tubuhnya untuk tidur, berharap saat bangun nanti, sakit kepalanya tak lagi terasa. Sementara itu, Dara kini tengah sibuk di coffeeshop melayani pembeli. Ia memutuskan untuk tetap bekerja daripada harus terus menerus di rumah. Ia tak menyukai kegiatan membosankan seperti itu. "Kamu dateng," ucap Dara pada pria dihadapannya. Senyumnya terukir manis. "Tunggu lima belas menit ya?" pintanya yang dibalas anggukan oleh pria jangkung itu. Dara menyelesaikan tugasnya membersihkan tempat sebelum pulang. "Gimana, menyenangkan tinggal disana?" "Naya payah banget, tiap hari kerjaannya marah-marah terus." "Money?" "Jauh dari yang kuharapkan, pria itu tak memberikan apapun, kami bahkan tidur pisah kamar. Aku tak butuh service kamar darinya tapi babe ... aku b

