BAB 110

1545 Kata

"Jawab ibu sejujurnya!" bentak Mirna sembari mengenggam erat tangan Metta. Metta yang berniat kembali masuk ke dalam, hanya bisa merintih kesakitan. Cengkeraman Mirna begitu kuat, hingga sulit baginya melepaskan diri. Mirna tidak menyangka, Mirna bisa datang menemuinya secara tiba-tiba. Beruntung bagi Metta, Ameliya dan Dimas belum kembali, jadi adegan memalukan itu tidak terlihat oleh siapa pun. Kecuali tanpa sepengetahuan Zyo yang diam-diam melihat segalanya dari dalam rumah. Namun tidak berani mendekat karena takut dengan suara bentakan Mirna pada Metta. "Metta gak ada hubungan apa pun sama Aden, Bu!" jawab Metta berbohong. "Lepaskan tangan Metta, sakit," rintih Metta sembari melepaskan tangannya. Namun Mirna malah semakin mempererat genggamannya. "Jangan bohong sama ibu?!" bentak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN