Nisa melangkahkan kaki ke dalam sebuah rumah yang kini banyak di datangi para pelayat. Pengumuman kabar duka di masjid tadi pagi, membuatnya hadir bersama Adit dan juga Nina dan Aden yang menyempatkan diri untuk datang seebentar sebelum pergi ke sekolah. Isa tampak menatap pilu saat melihat seorang wanita masih SMA yang memeluk kedua adiknya yang masih kecil di samping tubuh wanita yang kini terbujur kaku di kelilingi semua orang yang terdengar membacakan Yassin di sekitarnya. Kedua adik yang masih kecil itu persis seperti saat Aden dan Nina kecil Ketika kehilangan Marni, sang ibu. Nisa menutp mulutnya saat melihat keadaan itu. Dia tidak menyangka, pemandangan itu kembali dia lihat di hadapannya. Namun beruntungnya ketiga anak itu masih ditemani seorang pria yang diketahui adalah sang ba

