What Does He Want?

1479 Kata
Kedatangan Jung yang tak terduga membuat suasana di dalam studio mendadak senyap untuk beberapa saat. Setelah sekian detik berlalu, mulai terdengar suara bisikan di sana-sini membicarakan kesan pertama mereka melihat sang fashion director yang sepertinya lebih cocok menjadi fashion icon saja. "Bagaimana bisa pria semuda itu sudah menjadi seorang fashion director selama bertahun-tahun, di perusahaan sebesar ini? Memangnya dia sudah bekerja sejak masih SD?" Bisik Mari pada Ji eun dengan tatapan terpaku pada Jung yang kini berdiri di sebelah V, menunggu wanita itu merespon. V malah asyik dalam lamunannya sendiri. 'Bagaimana bisa lelaki itu... Fisiknya seolah tak pernah berubah bahkan setelah 5 tahun berlalu? Mengapa hanya aku yang terlihat semakin menua dan dia tidak?' "Oh, maafkan aku yang telah menarik perhatian kalian karena tiba-tiba menghampiri V tanpa menyapa kalian terlebih dahulu." Ujar Jung kepada semua orang seraya membalikkan badannya menghadap ke arah para karyawan--yang sebagian besar sedang mengatur latar dan background pemotretan. "Kau mengenalnya?" Ji eun berbisik, namun V bahkan tidak mendengar pertanyaan itu. Ia masih terkejut, mematung tanpa menyadari situasi apapun di sekelilingnya. Jung tersenyum ke arah Ji Eun, menunjukkan secara tersirat bahwa ia bisa mendengar bisikannya barusan. "Dia adalah kekasihku selama 5 tahun ini." Jawab Jung, yang sontak berhasil menarik perhatian semua orang dan membuat satu studio tertegun hanya dalam waktu kurang dari sedetik. V hanya bisa menatapnya tidak percaya, Ekspresi terkejutnya bahkan melebihi siapapun yang ada dalam ruangan itu. "Hah?! Sejak kapan kita menjadi sepasang kekasih?" "Jadi kau belum menganggapku sebagai kekasihmu ketika kita sudah berkali-kali melakukan--" V seketika membungkam mulut Jung sebelum pria itu sempat mengucapkan hal-hal yang memalukan. Jung meraih tangan V dan menjauhkannya dari mulut, lalu berbisik dengan suara yang sangat pelan, "Terima kasih karena kau telah membungkamku di bagian kata yang sangat tepat. Berkat sikapmu tadi, aku yakin orang-orang disini malah akan membayangkan hal yang lebih jauh dari sekedar ciuman di leher..." Mata V terbelalak, lalu beranjak memperhatikan orang-orang di sekitar yang sedang saling berbisik tatkala memandangi mereka berdua dengan tatapan 'Ternyata V kita yang lugu sudah tidak perawan lagi! Dan pasangannya seganteng itu lho... Luar biasa!'. Wajah bulat V semakin memerah. Ia menatap Jung kesal, meminta pertanggungjawaban karena sudah mempermalukannya, di depan rekan-rekan kerja yang tentu saja ia temui setiap hari. Namun Jung hanya tersenyum sembari mengangkat bahunya. "Jangan dengarkan dia! Ini tidak seperti yang kalian pikirkan, teman-teman!" Seru V seraya menunjukkan senyum kakunya. “Kau ini sebenarnya mau apa sih? Selalu datang tiba-tiba, menghilang juga tiba-tiba! Dan sekarang kau datang lagi dengan memperkenalkan diri sebagai pacarku! Apakah setelah aku mengiyakan, kau akan pergi lagi untuk mempermainkanku? Kenapa senang sekali menyiksaku sih? Kalau kau mau pergi, kenapa tidak lanjutkan saja sekalian!” Salah satu crew berbisik pada teman di sampingnya, “Jadi mereka itu pasangan yang sedang berada di ambang perpisahan ya?—“ “Sudah kubilang kami bukan pasangan!” Bantah V geram. Melihat V marah, Jung malah semakin gemas dan ingin menggodanya. "Kalau begitu, kenapa tidak mulai dari sekarang saja, kita menjadi sepasang kekasih?" V menatap tajam. "Nanti kita bicara lebih lanjut sepulang kerja, oke... Sayang?" Ucap Jung dengan mengedipkan sebelah matanya, membuat jantung V berpacu seperti suara tabuhan drum. Seperti yang Jung harapkan. "Jangan harap aku mau bicara denganmu lagi setelah kejadian 5 tahun silam di kontrakanku itu!!" Bisik V mengancam. Namun kalimat itu hanya dibalas dengan senyuman licik oleh pria berambut hitam tersebut. Beberapa saat setelahnya, Jung berjalan menuju ke tengah ruangan untuk memperkenalkan diri. "Oke... Lupakan perkataan tidak penting saya yang tadi. Ngomong-ngomong, sebelumnya saya sudah bertemu dengan para karyawan dari semua divisi di kantor pusat... Sekarang saya ingin memperkenalkan diri juga pada kalian para karyawan dan penanggungjawab di studio ini. "Nama saya Jung Nam...” Lanjutnya, “Mulai dari sekarang, saya adalah fashion director perusahaan di cabang Korea. Oleh karena itu, kemungkinan saya akan lebih sering muncul di studio ini untuk mengatur model dan set pemotretan. Jadi mohon kerjasamanya." Lanjut Jung yang kemudian memberikan salam 45 derajat pada semua orang yang ada di sana. V mendadak merinding. 'Astaga!! Jadi aku harus selalu berhadapan dengannya lagi mulai sekarang?' Ia sendiri sebenarnya bingung. Dulu, ketika Jung tak ada, ia seperti selalu menunggunya kembali, berharap bisa melihat wajah indahnya lagi. Namun sekarang, ketika pria itu datang lagi, ia jadi cemas bahwa suatu saat nanti akan kembali ditinggalkan, dan harus memulai bertahan dari awal seperti 5 tahun yang lalu. Selain itu, perasaan yang kembali muncul begitu melihat pria itu membuat dadanya sakit. Seperti sebuah jahitan pada luka lama, yang kini kembali terbuka. Jujur, ia sudah tidak mau jatuh cinta lagi pada pria yang terus-terusan menyakitinya ini. Namun hatinya sendiri malah bertentangan dengan keinginanya. Setelah perkenalan selesai, Jung tiba-tiba saja menoengok ke arahnya dan menatapnya lagi, dengan tatapan yang masih sama. Licik, namun memabukkan. 'Sepertinya kehidupan penuh fantasiku akan dimulai lagi sekarang'. Batin V seraya menunduk untuk menghindari tatapan itu. *** Sudah waktunya V pulang, namun ia malah bersembunyi di dalam toilet. Hampir satu jam lamanya V berada di sana, disiksa oleh perasaan gelisah akibat ucapan Jung tadi pagi yang mengatakan bahwa pria yang masih saja terlihat seperti usia anak kuliahan itu akan menemuinya sepulang kerja untuk bicara lebih lanjut. "Apa yang ingin dia bicarakan? Apa lagi? Belum puas dia membuatku menderita selama ini? Belum puas dia mempermainkanku sampai sekarang? Apa sih maunya? Seenaknya saja mengombang-ambingkan perasaanku!" Pria itu memang jahat. Namun, ada sisi lain hatinya yang benar-benar sangat ingin mendekap Jung sekarang juga. Walaupun Jung telah berkali-kali membuatnya terluka, entah kenapa V begitu merindukannya saat ini hingga hampir gila rasanya. Lama kelamaan V sudah tidak tahan lagi bersembunyi di sana, mengingat kantor yang juga sudah mulai sepi. Pada akhirnya V memutuskan untuk mengirim pesan pada Mari. Valerian                               Mari-ah, apa Jung masih ada di kantor? ---------------------- Mari Dia sudah pulang semenjak satu jam yang lalu. Kenapa kau mencari dia? Kangen? >_ ----------------------   V memejamkan matanya, menahan emosi. "Sial!! Jadi dia sudah pulang dari tadi? Berarti sia-sia saja dong aku bersembunyi di sini!!" ia kemudian keluar dari tempat persembunyian dengan rasa kesal pada dirinya sendiri yang seperti orang bodoh malah berpikir bahwa Jung akan benar-benar menemuinya sepulang kerja. Selama V berjalan menyusuri koridor menuju pintu keluar, semua orang bergosip di belakangnya, membicarakan isu hangat yang telah disebarkan oleh Jung tadi pagi. Rumor soal Jung yang sering mengencani model-model yang datang di perusahaan seolah sirna begitu saja digantikan dengan kabar kencannya dengan V. Seperti kemarau panjang yang diguyur hujan sehari. V yang tidak suka apabila ia terekspos banyak mata menjadi sangat terganggu karenanya. Lagi-lagi hidupnya tak tenang karena Jung. 'Memangnya Jung itu siapa? Baru saja bertemu beberapa kali dengannya... Di jalan, di restoran, di lorong, di rumah... Baru empat kali, tapi dia sudah berhasil merubah hampir semua hal dalam hidupku. Orang itu benar-benar... Datang dan pergi tanpa merasa bersalah dan selalu saja membuatku bertanya-tanya!!' Gerutu V dalam hati sepanjang jalan menuju ke apartemen. 'Di pertemuan kali ini saja, baru datang dia sudah berhasil membuatku kerepotan sampai-sampai harus bersembunyi di dalam toilet selama satu jam. Dan ternyata dia sudah pulang tanpa menungguku!! Auh... Dia benar-benar menjengkelkan!!' Jika memikirkan Jung, V benar-benar tak bisa berhenti mengumpat. Di sisi lain, ia juga tak pernah bisa berhenti mengaguminya. Seolah dari semua sikapnya yang menyebalkan, disitulah letak daya tarik dari seorang Jung yang sebenarnya. Namun tetap saja, dari semua sikap menjengkelkan yang selalu ia tunjukkan, pesona pria itu tidak main-main. Juga seksi. Sangat menawan. Dia licik, kejam dan tak punya hati, namun tetap saja, semua sifat negatif itu seolah dapat memberi bumbu supaya tampilan Jung terlihat semakin seksi. Belum lagi, semua misteri yang ada pada dirinya membuat siapapun selalu dibuat penasaran dan ingin mengenalnya lebih jauh lagi. V sendiri sama sekali tidak bisa memahami hatinya yang selalu tidak konsisten apabila sudah berkaitan dengan Jung. Jika pria itu memang berencana untuk mengombang-ambingkan pikirannya, maka Jung telah berhasil. Setelah lamunan panjang, tak terasa ia kini sudah berada di depan pintu apartemennya. Dengan sembarang ia melemparkan heels yang ia kenakan tanpa menaruhnya di rak, tubuhnya terlalu lelah untuk memperhatikan kerapihan rumah. Ia hanya ingin segera rebahan sekarang juga, dan terlelap supaya dapat melupakan seorang Jung Nam sampai pagi. "J... Buatkan aku ramyeon dong, jangan lupa berikan tel--" seketika V menghentikan pembicaraannya saat melihat siapa pria yang tengah duduk di ruang tamu sekarang. "Halo, V... Akhirnya kau pulang juga! Sudah lama aku menunggumu lho. Kau masih ingat kan bahwa aku akan menemuimu sepulang kerja?" Seru Jung seraya tersenyum simpul untuk menyambut kedatangan wanita itu. *** Di sisi lain... "Author-nim!!! Kenapa gue ga nongol di part ini? Huwaaaa... Author jahad!! Padahal kan gue yang paling ditunggu pembaca untuk menetralisir kebaperan mereka! Hufd!" Rengek J sembari guling-guling di tanah kayak kucing mandi. Krik.. Krik.. Krik.. "Huwaaaa... Siapa di sini yang kangen saia si cowok keren angkat tangan!!!" Krik lagi.. Tambah krik.. Makin krik.. “Dahlah kalau gitu aku berubah jadi kebongkang aja. J-bongkang mau pamit buat ngumpet di dalam tanah, mau ngubur diri aja biar menghilang dari peradaban. Hiks.” #JaydenYangTerabaikan #JaydenSelaluSendiri #PrayForJayden #RecehUntukJayden
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN