Bab 5

1046 Kata
Sesampainya Chloe di apartemennya, ia langsung berjalan ke arah kamarnya dengan langkah kaki yang tampak tak bersemangat dan sisa-sisa air mata yang masih menempel pada wajahnya. Ia lalu mengunci pintu kamarnya dan memilih untuk duduk di pojok kamarnya dengan kedua kaki yang ia tekuk. Ia lalu memeluk kedua kakinya dan membenamkan kepalanya di sana sebelum kembali menumpahkan tangisnya. Ia benar-benar benci dengan Chris. Ia sangat membenci Chris yang sudah memporak-porandakan hidupnya dan mencampakkannya begitu saja. Ia sangat membenci Chris yang dengan seenaknya kembali hadir ke dalam hidupnya. Ia sangat membenci Chris yang kembali menyentuhnya dan membuatnya jijik akan dirinya sendiri. Chloe mengetatkan pelukannya seiring dengan tangisnya yang semakin kencang ketika ia kembali teringat akan kebodohannya saat membuat perjanjian dengan Chris. Andai saja saat itu ia memikirkan hal lainnya yang bisa ia gunakan untuk mencegah Chris yang ingin mengganggu rumah tangga kakaknya, ia pasti tak akan terjebak dalam situasi seperti ini. Dan sekarang, ia benar-benar menyesali semuanya.   ••••   Flashback on Chloe menatap gedung besar yang ada di hadapannya. Ia menghela napas panjang sebelum melangkahkan kakinya untuk memasuki gedung tersebut. Tekadnya sudah bulat untuk menyingkirkan semua orang yang berniat untuk mengusik kehidupan rumah tangga kakaknya. Dan semuanya akan dimulai dari Chris. "Ada yang bisa saya bantu?" tanya sang resepsionis ketika Chloe menghampirinya. "Aku ingin bertemu dengan Chris." "Chris? Maksud Anda Tuan Christian Winston?" "Ya, dia. Aku ingin bertemu dengannya." "Maaf, apa Anda sudah membuat janji dengan Tuan Chris?" Chloe menggeleng pelan. "Belum." "Maaf, Anda tidak bisa bertemu dengan Tuan Chris jika tidak membuat janji terlebih dahulu." Chloe tampak memejamkan matanya sejenak sebelum menganggukkan kepalanya untuk mengiyakan apa yang resepsionis itu katakan. Ia lalu memilih untuk menunggu Chris di ruang tunggu yang ada di perusahaan tersebut. Sejak awal, ia sudah menduga kalau jalannya untuk bertemu dengan Chris pasti akan susah karena ia sudah mengetahui siapa pria yang berencana untuk merebut istri kakaknya itu. Namun, ia tidak akan menyerah begitu saja. Ia akan menemui Chris bagaimanapun caranya karena hanya inilah kesempatan satu-satunya. Ia mendapat informasi dari temannya yang bekerja di perusahaan ini kalau sang pemilik perusahaan akan mengunjungi anak cabang perusahaannya yang ada di Leicester setelah pulang dari luar negeri. Dan hari ini adalah hari dimana Chris berada di perusahaan yang saat ini sedang dikunjunginya. Ia sengaja membolos bekerja hari ini hanya untuk bisa bertemu dengan Chris. Ini adalah waktu yang tepat untuk membicarakan semuanya dengan Chris karena kebetulan Chris sedang berada di satu kota yang sama dengannya. Dan ia juga tidak ingin menunda-nundanya lagi. Lebih cepat lebih baik. Chloe mendesah pelan ketika ia melirik ke arah jam tangan yang melingkari tangan kirinya. Tak terasa sudah hampir lima jam ia menunggu Chris, tetapi ia belum juga bertemu dengannya. Ia memerhatikan satu persatu orang yang baru keluar dari perusahaan karena jam kerja telah selesai. Ia kembali mendesah pelan ketika ia tak menemukan Chris di antara orang-orang tersebut. Dengan berat hati, akhirnya Chloe memutuskan untuk kembali besok saja karena tubuhnya sudah lelah. Dan ia berharap kalau besok Chris masih ada di sini. Ia lalu bangkit dari duduknya dan melemparkan senyumnya ke arah resepsionis yang sedari tadi tak berhenti melihatnya dengan prihatin sebelum beranjak meninggalkan perusahaan tersebut. "Nona! Nona, tunggu sebentar!" Chloe yang baru berjalan beberapa langkah, mendengar suara teriakan yang rasanya diperuntukkan untuknya. Ia lalu memilih untuk menoleh ke belakang dan matanya langsung beradu pandang dengan resepsionis yang tadi memerhatikannya. Ia lalu melihat gerakan sang resepsionis yang tampak menelengkan kepalanya ke arah kirinya. Ia pun langsung memandang ke arah yang ditunjukkan resepsionis tersebut. Ia tampak menyipitkan matanya sebelum akhirnya ia membulatkan matanya dengan lebar setelah ia tahu bahwa orang yang sedang berjalan keluar itu adalah Chris. Tanpa membuang waktu lagi, ia langsung menghampiri Chris. Sebelumnya, ia sempat melemparkan senyumnya sebagai ucapan terima kasih karena resepsionis itu mau memberitahunya. "Tuan! Boleh aku berbicara dengan Anda sebentar saja," ucap Chloe seraya menyejajarkan langkahnya dengan Chris. Chris menghentikan langkahnya sebelum menatap ke arah Chloe. "Ada apa? Apakah penting?" tanyanya dengan sebelah alis yang terangkat ke atas. Chloe mengangguk dengan cepat. "Ya, sangat penting." Chris tampak melihat jam tangannya sekilas sebelum membalas perkataan Chloe barusan. "Kau bicarakan saja dengan asistenku. Dia masih ada di sini. Kau bisa bertanya pada resepsionis atau satpam yang masih berjaga. Aku tidak punya banyak waktu," ia langsung melangkah meninggalkan Chloe. "Aku mohon, Tuan. Aku hanya ingin berbicara denganmu. Ini penting," cecar Chloe yang berusaha untuk mengejar Chris yang sedang berjalan ke arah mobilnya. "Tak ada bedanya jika kau berbicara denganku ataupun asistenku. Dia akan menyampaikan apa yang kau katakan kepadaku nantinya," sahut Chris seraya masuk ke dalam mobilnya. "Ini tentang Lori," ucap Chloe dengan cepat. Dan semoga saja pria itu bersedia untuk berbicara dengannya setelah ia menyebutkan nama Lori. Chris yang tadinya sudah bersiap untuk menutup kaca jendela mobilnya langsung mengurungkan niatnya. Ia lalu menatap Chloe sejenak sebelum berkata, "masuklah. Kita akan membicarakannya di apartemenku saja." Chloe bersorak riang di dalam hatinya ketika akhirnya Chris bersedia untuk berbicara dengannya. Dan detik itupula ia merasa kalau Chris memang mencintai Lori.   •••••   "Jadi, apa yang ingin kau bicarakan? Dan apa hubunganmu dengan Lori?" tanya Chris langsung setelah ia mempersilakan Chloe untuk mengambil duduk di ruang tamu apartemennya. "Aku adiknya Jordan, suami Lori." Chris menghentikan gerakannya yang sedang membuka jasnya setelah mendengar pengakuan Chloe. Ia lalu mengambil duduk di hadapan Chloe setelah berhasil melepas jasnya. "Jadi, kau adik b******n yang telah menikahi wanita ku itu? Pantas wajahmu tidak asing." Chloe mengepalkan kedua tangannya di atas pangkuannya. Ia lalu menatap Chris dengan senyum menantangnya. "Jangan menyebut Kakakku seperti itu. Setidaknya jangan di depanku." Chris tertawa sinis seraya menyandarkan tubuhnya pada sandaran sofa. "Lalu, apa yang membuatmu ingin menemuiku?" Chloe menarik napasnya dalam-dalam sebelum membuka suaranya. "Aku ingin kau menjauhi Lori dan jangan mengganggu rumah tangganya dengan Jordan. Hanya itu." Chris menatap Chloe dengan sebelah alis yang terangkat ke atas sebelum kembali tertawa dengan sinis. "Memangnya kau siapa berani menyuruhku untuk menjauhi Lori," ia tampak mencondongkan tubuhnya ke arah Chloe sebelum kembali melanjutkan kalimatnya. "Walaupun selama ini dia hanya menjadi pemuas nafsuku saja, tetapi aku mencintainya. Dan aku akan merebut kembali apa yang sejak awal sudah menjadi milikku." Chloe memejamkan matanya sejenak. "Kalau begitu, biarkan aku menggantikan posisi Lori sebagai pemuas nafsumu dan setelah itu, kau harus menjauhi Lori." Satu kalimat itu keluar begitu saja dari mulut Chloe. Dan ia tak tahu jika kalimat tersebut akan mengubah hidupnya.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN