Wildan. Susah payah aku berusaha mengajak Alana bicara dan meyakinkannya bahwa hubungan kami akan baik-baik saja, bahwa kehadiran Bagas tidak akan merubah hubunganku dengannya. Namun Alana sungguh keras kepala, bahkan istri kesayanganku itu menolak saat aku hendak menyentuhnya. Ah, harga diriku sedikit terluka. Selama lima tahun bersamanya, tak pernah sekalipun Alana menolakku, apalagi mengucapkan kata “jijik” padaku. Ingin sekali aku marah padanya, namun masih berusaha kutahan, semata agar Alana tak semakin berontak dan menolakku. Padahal saat ini, aku sungguh menginginkan keintiman dengannya, aku sudah sangat rindu padanya setelah beberapa hari bertugas di Balikpapan. Biasanya saat aku pulang setelah beberapa hari meninggalkannya sendirian di rumah, Alana akan menyambutku dengan man

