Alana. Ternyata tak seperti yang kubayangkan sebelumnya, perpisahanku dengan Mas Wildan yang tadinya kupikir akan membawa lara dalam hari-hariku ternyata tak terlalu membuatku bersedih. Keberadaanku di tengah-tengah keluargaku saat ini cukup menghiburku. Meskipun tak kupungkiri, dikala sedang sendiri aku masih kadang menangisi rumah tanggaku yang harus berakhir seperti ini. Tak apa, bukankah itu manusiawi? Rasa kehilangan pun masih sesekali kurasakan. Bagaimana pun aku dan Mas Wildan sudah cukup banyak melewati hari-hari indah bersama. Kuraih gawaiku yang dari tadi berbunyi di atas nakas. Aku memang sengaja tak menjawab telpon karena tak mengenali nomor panggilan yang masuk di ponselku. Namun karena nomor itu berkali-kali mengulangi panggilan, maka akupun menjawabnya karena penasaran.
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


